Tips Memilih Sepatu Yonex Untuk Bermain Badminton

Sepatu Yonex


Yonex sebagai merek yang sangat familier di kalangan fans badminton. Dimulai dari raket, shuttlecock, sampai apparel pemain, Yonex sering jadi opsi utama karena mutu produknya yang baik. Tidaklah aneh, juara-juara sekelas Kevin Sanjaya, Taufik Hidayat, sampai Lin Dan kerap memercayakan sepatu Yonex dalam laga.

Beberapa dari Anda pun kemungkinan telah terpikat dengan sepatu badminton Yonex. Sebutlah saja seri asli, seperti Yonex Power Cushion Z, Aerus 3, sampai Power Cushion Eclipsion. Untuk semakin memberikan keyakinan Anda, yok baca tips memilih Sepatu Yonex untuk bermain badminton dibawah ini!

1. Samakanlah ukuran dan desain sepatu sesuai bentuk kaki

Tiap orang mempunyai bentuk kaki berbeda. Untuk dapat memperoleh sepatu yang nyaman, tentu saja Anda harus mengenal kontur kaki Anda Misalnya, bila kaki Anda cenderung lebar, Anda dapat pilih sepatu dengan desain round toe supaya semakin nyaman. Kebalikannya, untuk kaki yang cenderung panjang, Anda dapat pilih sepatu bentuk ramping supaya grip-nya lebih oke.

Ada pula satu perihal yang kerap dilalaikan ketika menentukan sepatu, yakni rongga sepatu. Ini penting karena ketika bermain badminton, Anda perlu memakai kaus kaki yang cukup tebal. Bahkan juga, ada pula yang penting menggunakan perlindungan ankle untuk menghindari cidera.

Saat beli sepatu lewat cara online, Anda pasti tidak dapat mencobanya langsung. Karena itu, Anda harus ketahui lebih dulu ukuran kaki Anda dengan cara tepat. Selanjutnya, tentukan ukuran sepatu yang lebih panjang 0,5 cm dari ukuran kaki Anda. Dengan demikian, sepatu tentu semakin nyaman digunakan walau dengan kaus kaki atau perlindungan ankle.

2. Tentukan tipe cut yang sesuai keperluan

Walau jarang-jarang ditulis, sepatu badminton Yonex bisa digolongkan jadi dua berdasar potongannya. Yok, baca beberapa hal yang membandingkan ke-2 nya.

a. Low cut: Bergerak menjadi lebih bebas

Sepatu dengan potongan rendah atau low cut diikuti dengan selongsong sepatu yang pendek. Sisi bibir sepatu low cut jatuh pas di bawah mata kaki hingga sisi pergelangan kaki lebih terbuka.

Sepatu low cut memberi Anda kelonggaran bergerak. Oleh karenanya, sepatu low cut pas untuk Anda yang bermain memercayakan kecepatan gerak atau refleks tinggi. Umumnya, sepatu low cut jadi gear yang pas untuk pemain singgel atau pemain status depan di dalam permainan double.

b. Mid cut: Menjaga ankle dari peluang cidera

Kontradiksi dengan low cut, sepatu potongan sedang mempunyai bibir sepatu tutupi beberapa mata kaki. Maksudnya ialah memberikan dukungan pergelangan kaki supaya injakan menjadi lebih oke. Dengan dukungan ini juga, Anda dapat bergerak lebih rileks sepanjang permainan karena kecil terjadi kemungkinan cidera.

Untuk Anda yang belum terlatih, bisa saja sepatu ini berasa tidak nyaman saat digunakan. Namun, umumnya sisi mulut sepatu dibuat berbahan yang lentur supaya tidak mengusik gerakan.

3. Lihat bahan sepatu yang nyaman

Pada dasarnya, sepatu bisa dipisah jadi dua sisi, yakni upper dan sol. Sisi upper sebagai sisi atas keseluruhnya sepatu, dimulai dari jemari sampai pergelangan kaki. Lantas, sisi bawah sepatu, dimulai dari dalam sampai yang paling luar terhitung sebagai sisi sol.

Ada 2 tipe bahan yang sering dipakai Yonex untuk upper sepatu yonex badminton, yakni mesh dan kulit sintetis. Bahan mesh personalitasnya lebih enteng, mempunyai perputaran udara yang bagus, dan daya serapnya tinggi. Sayang, bahan ini kadang membuat injakan berasa kurang monoton hingga dapat mengakibatkan cidera bila tidak terlatih.

Kebalikannya, sepatu dengan upper kulit sintetis berasa lebih kokoh dan konstan. Perawatannya juga gampang dan populer tahan lama, tapi perputaran udaranya tidak sebagus mesh. Untuk kualitas sepatu yang lebih bagus lagi, ada juga beberapa produk sepatu Yonex yang memadukan mesh dan sintetis.

Jadi itulah informasi yang perlu diketahui tentang tips utama memilih Sepatu Yonex untuk bermain badminton, semoga bermanfaat.

SHARE

Milan Tomic

Hi. I’m Designer of Blog Magic. I’m CEO/Founder of ThemeXpose. I’m Creative Art Director, Web Designer, UI/UX Designer, Interaction Designer, Industrial Designer, Web Developer, Business Enthusiast, StartUp Enthusiast, Speaker, Writer and Photographer. Inspired to make things looks better.

  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment